Informasi Singkat

---- Selamat Datang di Website KPPN Painan ---- Rekonsiliasi SAIBA menggunakan E-Rekon-LK bulan Juli 2016 dapat dilakukan setelah tanggal 10 Agustus 2016----- -----

Staf Ahli Menteri Keuangan: Ditjen Perbendaharaan Menjadi Benchmark bagi unit eselon 1 lainnya lingkup Kemenkeu

Jakarta,djpbn.kemenkeu.go.id,- Susiwijono, Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Organisasi Birokrasi dan Tekhnologi Informasi mewakili CTO Kemenkeu menyatakan bahwa sistem manajemen kinerja pada Ditjen Perbendaharaan adalah yang terbaik dari 11 unit eselon 1 lingkup Kemenkeu,

 

Sejumlah indikator diantaranya nilai Survei Focused Organization (SFO) Ditjen Perbendaharaan (4,6 dari skala 5), Reviu Kontrak Kinerja (92,6 dari nilai maksimal 100), Indeks Kepuasan Pengguna Layanan (4,6 dari skala 5), plus OHI (Indeks Kesehatan Organisasi) Ditjen Perbendaharaan yang terbaik diantara unit eselon 1 lainnya di lingkup Kemenkeu. Pernyataan tersebut disampaikan Susiwijono saat memberikan sambutan dalam Rakornas Pengelolaan Kinerja Tahun 2016 di Jakarta, (04/04). 

Capaian tersebut menurut Susiwijono layak menjadikan Ditjen Perbendaharaan sebagai benchmark bagi unit eselon 1 lain di lingkup Kementerian Keuangan.

“diforum-forum unit eselon 1 yang lain, kami minta benchmark-nya adalah Ditjen Perbendaharaan” ungkap Susiwijono. 

Lebih jauh, Susiwijono juga menyampaikan arahan Menteri Keuangan, mengenai dijadikannya nilai kinerja pegawai sebagai dasar remunerasi, pemberian penghargaan dan penataan SDM serta pengembangan karier pegawai di masa yang akan datang.

Dalam pemaparan materi, Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Sekjen Kementerian Keuangan, Moh. Hatta, menyampaikan bahwa dari 12 sasaran strategis dan 26 Indikator Kinerja Utama (IKU) Kemenkeu Wide, sebanyak 5 (lima) IKU menjadi tanggung jawab Ditjen Perbendaharaan yaitu indeks Opini BPK terhadap LKPP, Indeks Opini BPK terhadap Laporan Keuangan BUN, Deviasi proyeksi perencaan kas Pemerintah Pusat, presentase kinerja pelaksanaan anggaran Kementerian/Lembaga, dan presentase rekomendasi BPK atas LKPP dan LK BUN yang telah ditindaklanjuti. 

“Lima IKU tersebut sangat mendukung pencapaian kinerja Kementerian Keuangan, sehingga sangat diharapkan partisipasi Bapak/Ibu dalam mendukung pencapaian kinerja Direktorat Jenderal Perbendaharaan,” Harap Moh. Hatta kepada para peserta Rakornas.

Senada dengan hal tersebut, Dirjen Perbendaharaan, Marwanto Harjowiryono juga menekankan pentingnya pencapaian kinerja.

“Kontribusi dan peran aktif Ditjen Perbendaharaan dalam mewujudkan arah kebijakan belanja negara sesuai APBN tahun 2016, yaitu meningkatkan kinerja aparatur pemerintah untuk memacu produktivitas dan peningkatan pelayanan publik, serta berkontribusi dalam melanjutkan program prioritas pembangunan yang telah dicanangkan.” kata Marwanto.

Pada momen Rakornas ini juga disampaikan hasil penilaian pengelola kinerja terbaik lingkup Ditjen Perbendaharaan. Pengelola kinerja terbaik lingkup Kantor Pusat Ditjen Perbendaharaan diraih Sub Manajer Kinerja Organisasi (SMKO) Direktorat Sistem Perbendaharaan, sedangkan pengelola kinerja terbaik lingkup kantor wilayah diraih SMKO Kanwil DIY. Adapun pengelola kinerja terbaik KPPN A1 dan KPPN A2 berturut-turut diraih oleh Mitra Manajer Kinerja Organisasi (MMKO) KPPN Surakarta dan KPPN Manna.

Sebagaimana dikutip dari halaman situs resmi ditjen perbendaharaan

Background Image

Header Color

:

Content Color

: